Minggu, 05 Mei 2013

Saudara Serumpun Setia Hati (SH)

Setia Hati (SH) merupakan salah satu aliran Pencak Silat yang cukup mahsyur di Indonesia, didirikan di Tahun 1903 oleh Ki Ngabehi Suryodiwiryo. Pengalamannya melanglang buana ke beberapa daerah di Jawa dan Sumatera, mengantarkannya kepada beberapa pendekar untuk mendalami Pencak Silat. Diantaranya aliran pencak silat tanah sunda,aliran Betawi,Aceh dan Silek Minangkabau. Ki Ngabehi Surodiwiryo merangkum intisari dari permainan Pencak Silatnya menjadi beberapa jurus dan mendirikan sebuah perguruan Setia Hati. 
Disini saya tidak akan mengulas lebih dalam tentang sejarah SH, justru sebaliknya disini kita akan melihat aliran SH di era saat ini. Pada era kekinian, SH terpecah menjadi beberapa diantaranya yang eksis yaitu SH Panti, Persaudaraan Setia Hati Terate, Persaudaraan Setia Hati, dan SH Tunas Muda Winongo. Dari keempat rumpun Setia Hati tersebut, setahu saya hanya SH Panti yang berwujud Paguyuban, sedangkan ketiga lainnya sudah bertransformasi sebagai sebuah organisasi. Dalam perkembangannya saat ini, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) dan SH Tunas Muda Winongo lebih familiar di masyarakat karena dikenal memiliki anggota yang banyak. Sedangkan SH Panti dan Persaudaraan Setia Hati (PSH) meskipun masih aktif, namun mereka relatif lebih menarik diri (private) dibanding dengan yang lainnya. 
Perkembangan jumlah anggota dari PSHT dan SH Tunas Muda Winongo yang cukup pesat ini, tak ayal pada tataran paling bawah sering menimbulkan benturan-benturan diantara kedua organisasi.Hal ini sering kita jumpai ketika memasuki bulan syuro atau lebih dikenal dengan istilah suran. Tentu hal ini sangat memprihatinkan, suran yang seharusnya dijadikan momentum untuk mawas diri, berintrospeksi diri, berziarah ke leluhur guna mengenang dan memahami  hakikat ilmu Setia Hati / ke-SH-an justru seringkali diwarnai dengan adu fisik dan pertumpahan darah antar oknum kedua organisasi. Hal ini harus kita hentikan!!tidak boleh dilanjutkan lagi, hakikat seorang pendekar menggunakan keprigelan (ketangkasan) dalam olah kanuragan/pencak nya hanya untuk membela masyarakat lemah dan negara dari ancaman lawan. sedangkan seorang yang mengaku pendekar hanya untuk pamer kekuatan karena dilandasi sifat arogan dan sombong tidak lebih dari sebuah begal / preman. Maka dari itu, kepada seluruh sedulur-sedulur rumpun SH, monggo kita tinggalkan sifat arogan,sombong,pengen golek benere dewe, mari kita bangun silaturrahim antar saudara SH. Pecahnya SH menjadi beberapa aliran ini merupakan sebuah pilihan dari masing-masing pendiri. Semua mempunyai tujuan yang sama membentuk manusia SH seutuhnya hanya caranya berbeda melalui aturan organisasi masing-masing.
Salam Persaudaraan...mugi sedaya kadang-kadang SH se-rumpun, tansah pinaringan berkahipun Gusti ALLAH SWT.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar